MASA DISINTEGRASI ISLAM
1.
Latar belakang terjadinya Perang Salib
Perang salib(perang suci) yang terjadi ini menyebabkan Paus Urbanus
II menyerukan perang suci kepada umat kristen yang ada di Eropa untuk merebut
kembali keleluasaan berziarah di Baitul Maqdis yang dikuasai oleh dinasti
Seljuk yang memberatkan umat kristen berziarah ke sana. Sebagaimana telah
disebutkan sebelumnya, gerakan ekspansi yang dilakukan oleh Alp Arselan adalah
peristiwa Manzikart menjadi sebuah peristiwa penting pada tahun 464H(1071M).
Alp Arselan menyerang tentara Romawi yang berjumlah 200.000 orang, terdiri dari
pasukan tentara Romawi, Al-Hajr, Prancis, Armenia dan Ghuz, berhasil dikalahkan
oleh prajuritnya yang hanya 15.000 orang . Peristiwa ini menyebabkan kebencian
umat kristen kepada umat islam sehingga menimbulkan permusuhan yang pada
akhirnya terjadi perang salib. Kebencian bertambah ketika dinasti Seljuk
berhasil merebut Bait Al-Maqdis pada tahun 471H. Dari kekuasaan dinasti
Fathimiyah yang berada di Mesir. Para penguasa Seljuk membuat peraturan untuk
umat kristen yang hendak berziarah kesana, peraturan itu dirasakan sangat sulit
untuk mereka dan untuk memperoleh kembali kebebasan berziarah ke tanah suci
kristen dilakukanlah perang suci yang dilakukan oleh Paus Urbanus II pada tahun
1095, dimana Paus Urbanus II menyeru kepada kristen di Eropa untuk melakukan
perang, dari sinilah perang ini kemudian dikenal sebagai perang salib dan terjadi
dalam tiga periode.
2.
Deskripsikan beberapa periodesasi Perang Salib dan hasilnya
(dampaknya) bagi Kristen dan Islam
PERIODE I
Periode
pertama disebut sebagai periode penaklukan, kerjasama antara kaisar Alwxus I
dan paus Urbanus II kembali membangkitkan umat kristen yang menyebabkan
terjadinya pergerakan pasukan yang tidak memiliki pengalaman dalam berperang
sehingga terjadi penghancuran, pemberontakan, perampokan dan bentrok dengan
penduduk Hongaria dan Byzantium yang pada akhirnya membuat pasukan salib dapat
dengan mudah dikalahkan oleh pasukan dinasti Seljuk. Dimana pada periode
berikutnya pasukan salib yang dipimpin oleh Godfrey of Bouillon berhasil
menaklukan Palestina(Yerusalem)pada juli 1099, kaum salib melakukan pembantaian
besar-besaran meluluhlantahkan umat islam, sebelum menguasai Bait Al Maqdis,
pasukan ini telah berhasil merebut Anatalia selatan, Tarsus, Antiolia, Allepo,
dan ar-Ruba’ (Eddesa), juga merebut Tripoli, Syam (Suriah), dan Arce. Setelah
penaklukan Bait Al-Maqdis berdiri kerajaan Latin-kristen di Timur , Godfrey
menjadi raja dan mendirikan kerajaan latin III. Edessa (1099) oleh raja
Baldwwin, dan Tripoli dibawah kekuasaan raja Reymond.
PERIODE II
Periode
ini disebut sebagai periode reaksi umat islam, pada saat jatuhnya kekuasaan
umat islam ke tangan kaum salib, membangkitkan umat islam untuk menghimpun
kekuatan menghadapi mereka dibawah kepemimpinan Imaduddin Zanki yaitu gubernur
Mosul. Kaum muslim berhasil merebut kembali Allepo dan Addesa pada saat maju
menyerang pasukan salib. Nurrudin Zanki melanjutkan kepemimpinan sepeninggal
Ayahnya dan berhasil membebaskan negara-negara di bagian Timur. Dan yang berhasil
dibebaskan adalah Damaskus (1147), Antiolia (1149),dan Mesir (1169). Kemenangan
kaum muslim dan munculnya Salahuddin Yusuf Al-Ayubi berhasil membebaskan Baitul
Maqdis dan kerajaan latin di Yerusalem berakhir, hal ini menyebabkan kaum salib
berontak dan menyusun strategi untuk pembalasan dan mengirim ekspedisi yang
dipimpin oleh raja-raja besar yang ada di Eropa yaitu Frederick I (Barbarossa,
Kaisar Jerman), Richard I (Thelion hearted Raja Inggris), dan phillif II
(Augustus, Raja Prancis) yang bergerak pada tahun 1189M, meskipun perjuangan
yang dilakukan Salahudin berat namun ia mampu kembali menguasai Akka namun
tidak berhasil memasuki Palestina, kemudian dibuatlah perjanjian antara tentara
salib dengan Salahuddin yang disebut dengan Shulh Al Ramlah dimana dalam
perjanjian ini umat kristiani yang berziarah ke Bait Al-Maqdis tidak akan
diganggu dan terjamin keamanannya dan daerah pedalaman menjadi milik umat
islam, adapun daerah pesisir yang ada di Utara Arce dan Jaita ada dibawah
kekuasaan salib.
PERIODE III
Periode ke-3 dikenal dengan periode
kehancuran di dalam pasukan salib atau perang dengan saudara-saudara kecil yang
disebabkan oleh ambisi untuk memperoleh kekuasaan dan sesuatu yang bersifat
materialistik. Pada masa ini tentara salib di pimpin oleh Frederick II, mereka
yang berusaha merebut Mesir terlebih dahulu sebelum ke Palestina berharap
dengan seperti itu mendapat bantuan dari kristen Qibhti. Bangsa salib berhasil
menguasai Dimyat dan pada waktu itu Al-Malik Al-Kamil melepas Palestina, dimana
Frederick berjanji tidak mengirimkan pasukannya dan memastikan kaum muslim
disana aman, pada masa berikutnya Palestina berhasil direbut kembali oleh umat
islam pada tahun 1274M dimasa pemerintahan Al Malik Al Shaleh, raja Mesir
setelahnya. Pada masa pimpinan perang yang dipegang oleh Baybars dan Qalawun
Akka dapat direbut kembali oleh kaum muslimin pada tahun 1291M.
Dampak Perang
Salib Terhadap Kristen
àBerakhirnya
zaman kegelapan , pada abad pertengahan Eropa mengalami masa kegelapan,
dikarenakan dogma gereja dan kekuasaan disana sangat kuat, yang menyebabkan
penghambatan perkembangan ilmu pengetahuan, pada masa itu jika ada yang berani
menentang gereja akan dihukum mati. Terjalinnya hubungan kristen Eropa dengan
bangsa muslim membuat bangsa kristen mempelajari ilmu pengetahuan. Babak baru
pada zaman Eropa dimulai pada tahun 1400-an(zaman renaisance), perubahan zaman
mempengaruhi reformasi gereja.
àPenyerapan
ilmu pengetahuan diberbagai bidang mulai diserap lebih intensif diserap pada
masa perang salib. Dalam perdagangan terjadi dengan pesat antara Timur(Asia)
dan Barat(Eropa), dalam bidang pembangunan, kastil-kastil yang semula dibangun
dengan kayu di rubah menjadi batu yang tebal seperti di Timur.
àjalur
sutera yang merupakan jalur perdagangan yang menghubungkan China – Asia Tengah
– Timur Tengah – hingga Italia menyebabkan bangsa Eropa mencari jalan lain
untuk mendapatkan rempah-rempah dari Asia dan hal ini menyebabkan penjelajahan
samudera dan menjadikan laut menjadi jalur transportasi pada masa itu.
Dampak perang
salib terhadap islam
àsejak perang salib ke-4 hingga kekuasaan Turki Utsmani 1453,
Byzantium yang telah dikuasai umat islam mengalami kehancuran, menyebabkan
kawasan pendukung kristen Ortodoks mengalami kehancuran.
àterjadinya
perang salib tidak memberi keuntungan bagi pengembangan pengetahuan umat islam
, sebaliknya menyebabkan kehilangan sebagian warisan dari kebudayaan.
àperang salib yang telah menghabiskan aset bangsa dan telah menelan
banyak korban, penguasa, panglima perang dan rakyat menjadi korban. Perang yang
diarahkan pada kaum muslimin oleh pasukan salib selalu didahului dengan
pembantaian masal, hal ini menyebabkan rusaknya tatanan masyarakat yang dalam
limit tertentu menjadi penyebab dari keterbelakangan umat islam dari umat yang lain.
3.
Terangkan asal usul bangsa Mongol dan dampak invasi Mongol terhadap
peradaban Islam
Bangsa
Mongol berasal dari Asia Tenggara biasa disebut dengan Mongolia, nenek moyang
mereka adalah Alanja Khan yang mempunyai dua putera kembar yaitu Tartar dan
Mongol, dimana kedua putera ini berhasil melahirkan dua suku besar yaitu Tartar
dan Mongol. Orang-orang Mongol mempunyai watak yang kasar, suka berperang,
menyembah berhala, selalu berbuat apapun agar keinginannya dapat tercapai
meskipun harus menantang maut sekalipun. Mereka menganut agama Syamaniah(Syamanism),
yaitu menyembah binatang dan sujud kepada matahari yang sedang terbit, mereka
juga patuh terhadap pemimpinnya pada masa itu yaitu Yesugay Khan(Yasugi Bahadur
Khan). Dimana pada masanya mengalami kemajuan besar-besaran. Setelah kematian
Yesugi kepemimpinan dialihkan oleh puteranya Timujin yang pada masa itu masih
berusia 13 tahun, ia berhasil memperkuat angkatan perangnya dan menyatukan
bangsa Mongol dengan bangsa lain, ia digelari Chengis Khan(raja yang perkasa)
pada tahun 1206M.
Invansi Bangsa
Mongol
Invansi
bangsa Mongol terjadi karena peristiwa Utrar pada tahun 1218 ketika gubernur
Khawarizm dan saudagar muslim membunuh utusan Chengis dan hal ini menyebabkan
Mongol menyerbu islam dan menaklukan wilayah Tranxonia dimana daerah ini berada
di wilayah Khawarizm, padahal sebelumnya kedua kubu ini hidup damai
berdampingan. Penghancuran terjadi di kota Bukhara di Samarkand yang terdapat
makam imam Bukhari tidak luput dari
serangan. Jalal Al-Din yang menggantikan Ayahnya Sultan Ala Al Din yang tewas
pada saat pertempuran di Mazindaran.Jalal Al-Din melarikan diri ke India karena
terdesak peperangan Attock tahun 1224M dari sini pasukan Mongol terus ke
Azerbaijan, disetiap daerah yang dilewati terjadi pembantaian besar, kehancuran
tempat-tempat yang indah, masjid-masjid, gedung-gedung dibakar. Pada saat
kondisi yang telah lemah Sultan Khawarizm dan Jalal Al-Din terus membendung
pasukan Mongol, Sultan yang tidak sekuat dulu akhirnya melakukan pelarian ke
gunung dan akhirnya dibunuh oleh seorang Kurdi. Karena kerajaan-kerajaan islam
telah terpecah belah dan melemah, Tulli anak dari Chengis Khan menguasai
Khurasan dan dengan mudah menguasai Irak. Bagdhdad akhirnya dikuasai oleh
Hulagu Khan anak Tulli dan Humat islam dipimpin oleh beliau, selanjutnya
dipimpin oleh Ahmad Tegunder yang akhirnya ditangkap dan dibunuh oleh Arghun
yang kemudian menggantikannya menjadi raja, Arghun adalah raja dari dinasti
Ilkhan yang sangat kejam terhadap umat islam
Dampak Invasi
Mongol Terhadap Peradaban Islam
Ada
dampak positif dan negatif akibat dari serangan Mongol ini terutama pada saat
Baghdad jatuh ke tangan Mongol. Dampak negatifnya seperti terjadi kehancuran
dimana-mana akibat dari serangan Mongol dari wilayah Timur hingga ke Barat,
pembunuhan terjadi dimana-mana seperti pada masa Hulagu yang membunuh khalifah
Abbasiyah dan keluarganya, dan seperti Arghun yang membunuh Tegunder karena
masuk islam. Bangsa Mongol yang semula memeluk agama nenek moyangnya beralih
menganut agama Budha dan berempati pada orang Kristen yang pada masa itu menuju
pada kebangkitan dan menghentikan dakwah islam di kalangan Mongol. Pusat
Dinasti Abbasiyah yaitu Baghdad hancur dimana disana terdapat banyak tempat
untuk belajar, perpustakaan dan koleksi buku habis dilalap api oleh Hulagu.
Dampak
positif dari kekuasaan Mongol setelah para pemimpinnya masuk islam. Masyarakat
menerima agama islam karena asimilasi dan bergaul dengan masyarakat muslim
dalam rentang waktu yang panjang, seperti halnya Ghazan yang menganut agama
Budha pada akhirnya menjadikan islam sebagai agama resmi, rupanya ia telah
mempelajari agama islam sebelum mengokohkan dirinya masuk agama islam dan
terpengaruh oleh menterinya Rasyiyuddin pada masanya menyuruh kaum Yahudi dan
Kristen melarang riba, mencetak uang yang bercirikan islam, dan membayar ziyah.
Referensi
Yatim, Badri,
2014. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: Rajawali Pers.
Nasution,
Syamrudin. Sejarah Peradaban Islam. Pekanbaru : Yayasan Pusaka Riau
http://zikrarosyidah07.blogspot.com/2016/11/makalah-invasi-mongol-danpengaruhnya.html (diakses
pada April, 24, 2020)
Comments
Post a Comment