Sejarah Kedatangan Islam di Nusantara

 

1.      Proses Masuk dan Berkembangnya Islam

            Mengenai perkembangan islam di Nusantara belum diketahui secara pasti namun menurut perkiraan islam hadir sekitar abad ke-8 M, Masuknya islam di Nusantara tidak lepas dari perdagangan, Nusantara yang terkenal memiliki hasil bumi yang melimpah membuat negara lain tertarik mengunjungi Nusantara antara lain negara Cina, Arab, India, Persia, mereka datang untuk berdagang, berawal datang dari selat Malaka yang lambat laun menjadi jalur perdagangan internasional, melalui jalur ini para pedagang melewati pusat-pusat perdagangan di pulau Jawa seperti Jepara, Gresik, Tuban. melalui hubungan perdagangan yang dilakukan oleh Negara Arab, Persia, Gujarat yang membawa budaya islam dan agama kepada penduduk Nusantara, dapat disimpulkan bahwa islam datang secara damai ke Nusantara melalui hubungan perdagangan.

2.      Nusantara dan Beberapa Jalur Perdagangan

Terjadinya perdagangan internasional menimbulkan penyebaran islam yang luas, islam menyebar melalui jalan perdagangan laut dan perkembangan komunitas yang berada di kota-kota pelabuhan, tidak heran jika pusat islam berkembang didaerah pelabuhan. Proses perkembangan melalui beberapa jalur yaitu :

A.    Jalur Perdagangan

Negara pendatang yang datang ke Nusantara biasanya tinggal berbulan-bulan di pusat perdagangan, sambil menunggu pulang ke daerah asal mereka meluangkan waktu bertransaksi dengan pedagang setempat. Pelabuhan banyak yang terletak di muara sungai karena hubungan perdagangan lebih banyak dilakukan melalui sungai , awal penyebaran hanya dilakukan kepada masyarakat pelabuhan , karena perdagangan dilakukan terus menerus lama-kelamaan dakwah islam menyebar hingga ke pedalaman. Misalnya pada pemukiman masyarakat muslim yang ada di komplek makam di Sento Rejo, Troyolo di Jawa Timur, selain makam bertuliskan Arab ada juga batu nisan pada 1611M dapat disimpulkan bahwa masyarakat muslim yang ada di pusat pemerintahan Majapahit telah ada sejak lama dari abad 14-17M dari kemunculan Majapahit hingga kemundurannya.

 

B.     Jalur Dakwah

Makam Muslim yang ada di Trowulan membuktikan adanya muslim yang ada di pusat kekuasaan Majapahit, pusat perdagangan yang ada di pulau jawa yaitu Gresik, Cirebon, Banten, Jepara yang telah ada sejak akhir abad ke-15 M dan pada permulaan abad 16M telah ada kegiatan keagamaan oleh para wali yang ada di Jawa kemudian lahirlah kerajaan Demak dan pada masa itu pengaruh islam berperan juga dalam dunia politik. Ajaran islam yang mengajarkan bahwa setiap muslim adalah Da’i, maka semua mempunyai tugas untuk menyiarkan islam, keberadaannya yang terus berkembang semakin berkembang setelah sebagian orang waktu itu mendirikan pesantren. Di Jawa, penyebaran islam dilakukan oleh para wali yaitu walisongo, strateginya dalam menyebarkan islam membawa pengaruh hingga ke wilayah Nusantara yang lainnya seperti Banjarmasin, Ternate, Lombok dan Tidore.

Raja pertama kerajaan Banjarmasin yaitu Sultan Samudera atas bantuan Demak akhirnya memeluk islam dan memiliki gelar Maharaja Suryanullah, ketika ia berkuasa, masyarakat telah mengakui kekuasaannya yaitu daerah Batanglawi, Sukadana, Waringin, Sampit, Sambas, ada juga Lombok yang diislamkan oleh Sunan Prapen dan Sunan Giri Gresik-Jawa Timur. Ternate adalah kesultanan terbesar yang ada di Kepulauan Maluku abad ke14-16M yang pada awalnya menganut paham animisme, terkenal sebagai pusat perdagangan rempah-rempah, Sultan Zainal Abidin adalah raja Ternate ke-19 yang kembali dari Giri mendapatkan gelar Sultan dan akhirnya islam menjadi agama resmi kerajaan.

C.    Jalur Perkawinan

Perkembangan perdagangan yang menyebabkan banyaknya negara asing yang datang ke Nusantara membuat mereka akhirnya menetap di Nusantara, akhirnya banyak yang kemudian menikah dengan warga setempat, jika wanita yang dinikahinya itu berasal dari golongan elit maka akan mempermudah proses dakwah terhadap masyarakat.

D.    Jalur Kesenian

Penyebaran islam dengan kesenian menyesuaikan dengan kondisi lingkungan yang ada di masyarakat, karena zaman dahulu masih kuat budayanya maka penyebaran islam pun dilakukan dengan memanfaatkan kesenian seperti di Jawa misalnya yang menggunakan gamelan, wayang dan lain sebagainya. Melalui cara yang dilakukan ini membuat penyebaran islam menyebar pesat sehingga menjadi agama mayoritas bagi masyarakat yang ada di Nusantara.

 

 

 

Referensi        

Karim, Abdul. 2007. Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam. Yogyakarta:

Pustaka Book Pubhlisher.

Musyrifah, Sunanto.2012. Sejarah Peradaban Islam Indonesia. Jakarta: PT

Raja Grafindo Persada.

Yatim, Badri, 2014. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: Rajawali Pers.

 

Comments

Popular posts from this blog

Model Pergantian Kepemimpinan Pada Masa Khulafaur Rasyidin

Bani Umayyah