SEJARAH PERADABAN ISLAM TURKI USMANI
Dinasti Turki Usmani adalah
kekhalifahan yang cukup besar dalam islam pada masanya, mempunyai pengaruh dan
peranan penting dalam perkembangan peradaban islam. Dinasti Usmani di Turki
muncul pada saat dunia islam
mengalami fragmentasi kekuasaan yang terjadi pada periode ke-2 pemerintahan
Abbasiyah. Sebelum daripada itu meskipun telah ada kekuasaan bani Idris di
bagian barat Afrika Utara (788-974M) dan bani Umayyah di Andalusia(755-1031M)
pada masa itu bermunculan pula berbagai dinasti lainnya. Kerajaan Usmani
menguasai sebagian wilayah di Asia kecil sejak kemunculan pembina dinasti ini
yaitu Ottoman tahun 1306M. Turki Usmanii adalah salah satu yang dapat
menciptakan dan mendirikan kerajaan paling besar dan paling lama berkuasa, pada
masa pemerintahan Sultan Usman, orang Turki bukan hanya merebut daerah-daerah
Arab namun seluruh daerah di laut tengah .
Awal mula berdiri dinasti ini
tertulis di sejarah sebelum tahun 1300, berasal dari suku Qoyigh Ogus yang
berada di daerah Mongol dan utara negeri China kurang dan lebihnya tiga abad.
Yang kemudian pindah ke Turki, Persia dan Iraq. Kerajaan ini didirikan oleh
suku pengembara yang berasal dari wilayah Asia Tengah termasuk juga suku Kayi.
Pada saat bangsa Mongol menyerang islam, pemimpin dari suku Kayi yaitu Sulaiman
Syah mengajak anggotanya untuk menghindari serangan Mongol dan lari ke arah
Barat, pada akhirnya mereka terbagi menjadi dua kelompok yang ingin pulang ke
negeri asalnya dan meneruskan perantauan di wilayah Asia Kecil.
Kelompok ke-2 yang berpenduduk sekitar
400 kepala keluarga pada saat itu dipimpin oleh anak Sulaiman yaitu Arthogol
(Erthegol) yang akhirnya menghambakan diri kepada Sultan Ala Ad-Din II dari
Turki Saljuk Rum. Erthegol mempunyai anak yang bernama Usman dan Usman ditunjuk
sebagai nama dari kerajaan Turki. Di kawasan Timur, Turki mendapat tantangan
dari dinasti lain yaitu Shafawiyah yang muncul tanpa asal-usul yang jelas,
terjadi perjuangan panjang untuk mengendalikan wilayah di perbatasan Anatolia
Timur dan Irak. Baghdad yang sebelumnya dikuasai oleh Usmani diambil alih oleh
Shafawiyah, dinasti Usmaniyah akhirnya berpindah ke selatan memasuki tanah
kesultanan Mamluk. Birokrat Usmani lebih menekankan pada pemeliharaan kesatuan
negara dan memajukan menjalankan tugas sebagaimana mestinya.
PERKEMBANGAN
DAN KEMAJUAN PERADABAN ISLAM DI TURKI
·
Kemiliteran
dan Pemerintahan
Kemajuan
kerajaan didorong oleh beberapa faktor termasuk kemiliteran tangguh yang siap
bertempur kapan saja, kekuatan militer dari kerajaan ini di organisasi dengan
baik, mempunyai strategi yang bagus dan teratur bisa dilihat ketika kontak
senjata dengan Eropa yang berlangung tanpa halangan yang signifikan, namun
tidak lama dari kemenangan yang telah dicapai, kekuatan militer ini mengalami
kekisruhan, para prajurit merasa dirinya layak untuk di jadikan pemimpin dan
mendapat gaji yang layak menjadi salah satu penyebab kerusuhan, tetapi
kerusuhan ini dapat teratasi oleh Orjhan yang mengambil jalan perombakan sistem
kemiliteran, tidak hanya merombak prajurit pemimpin dan prajurit anggota,
bangsa non Turki pun banyak yang dijadikan anggota bahkan kaum kristen pun di
bimbing dan diarahkan untuk dijadikan prajurit, hal ini berhasil mengubah
negara Usmani menjadi bertambah kuat. Ada pula angkatan laut yang dibenahi yang
mempunyai peran sama dalam perjalanan ekspansi Turki Usmani saat itu. Angkatan
laut Turki Usmani mengalami puncak kejayaan pada abad ke 16, kemiliteran yang
tangguh ini dapat meguasai wilayah seperti Eropa, Afrika dan Asia. Keberhasilan
yang telah dicapai menciptakan pemerintahan yang teratur, ketika melakukan dan
mengelola wilayah yang luas Turki Usmani selalu bertindak tegas, struktur
pemerintahan dalam mengelola bagian wilayah yang baik dan penegakan hukum
berjalan dengan semestinya.
·
Ilmu
Pengetahuan dan Budaya
Kebudayaan yang
ada di Turki banyak perpaduan pula dari budaya luar, masyarakat Turki yang
terkenal ramah dan mudah berasimilasi dengan orang asing membuat Turki terbuka
menerima kebudayaan dari luar. Sebagai bangsa yang lebih menekankan dalam
kemajuan militer membuat perkembangan ilmu pengetahuan tidak terlalu signifikan
karena itulah di historis islam tidak tercatat ilmuwan asal Turki Usmani, namun
dalam pembangunan arsitektur dan bangunan-bangunan yang indah seperti
masjid-masjid dan bangunan lain, salah satunya adalah masjid yang terkenal dan
kaligrafinya adalah masjid yang awalnya adalah gereja Aya Sopia, kaligrafi itu
dibuat untuk menutupi gambar-gambar kristiani sebelumnya. Kota-kota banyak
dibangun masjid, rumahsakit, sekolah-sekolah, gedung, makam, pemandian umum,
saluran air, jembatan, villa banyak dibangun pada masa Sulaiman, dibawah
koordinator Sinin arsitek dari Anatolia disebutkan ada 235 buah dari
bangunan-bangunan yang ada pada masa itu.
·
Bidang
Keagamaan
Agama menjadi
salah satu peranan penting dalam masyarakat Turki, dan fatwa ulama menjadi
hukum yang berlaku pada masa itu dan ulama mempunyai tempat sendiri dalam
masyarakat dan kerajaan di Turki. Tarekat pada masa Turki Usmani pun mengalami
kemajuan, salah satu yang berkembang adalah Tarekat Bektayasi yang dominan di
kalangan tentara Jenassari dan tarekat Maulawi yang mendapat dukungan dari
penguasa untuk mengimbangi Jenasari Bektasyi. Dalam kajian keagamaan, kalam,
tafsir, hadis dan fiqih tidak mengalami perkembangan berarti, penguasa lebih
menegakan paham (mazhab), misalnya seperti sultan Abd Al Hamid II yang begitu
fanatik terhadap aliran Asy-Ariyah dan merasa ingin mempertahankan aliran ini
dari aliran yang lain.
Referensi
Yatim, Badri,
2014. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: Rajawali Pers.
Nasution,
Syamrudin. Sejarah Peradaban Islam. Pekanbaru : Yayasan Pusaka Riau
Comments
Post a Comment