SEJARAH PERADABAN ISLAM
A.
Peradaban Romawi Timur
Kerajaan Romawi
telah didirikan sejak 753SM, dengan ibukota Roma, kerajaan Romawi terpecah
menjadi dua, kerajaan Romawi barat (Roma) dan kerajaan Romawi Timur yang
ibukotanya adalah Konstatinopel dan
kaisar Constantine sebagai maharajanya, atas kuasanya menjadi raja itu
menghasilkan ekspansi dibeberapa daerah ditaklukan , sehingga beberapa wilayah
dikuasai seperti Palestina, Egypt, Syiria dan beberapa daerah lainnya di Eropa.
Kejayaan diraihnya pada masa Yustianus I dan pada saat itu terjadi peperangan
antara Romawi dengan kerajaan Persia dan berakhir dengan mengadakan perjanjian
antara keduanya, perjanjian ini disebut dengan “Perjanjian Damai Kekal”, dengan
jasa dua panglimanya yaitu Belisarius dan Narses Yustianus yang berhasil
merebut Afrika Utara, Italia dan lainnya dari tangan bangsa Vandal dan Got
Timur.
1.
Agama
Agama resmi negara adalah Kristen yang terpecah
menjadi beberapa aliran, aliran Yaqibah banyak di anut di Mesir, Habsyah dan
lain-lain, aliran Nasathirah banyak di anut di Irak, Musil, dan Persia, aliran
Mulkaniyah di Sicilia, Syiria, Afrika Utara dan Spanyol.
2.
Filsafat
Filsafat
merupakan kelanjutan dari budaya Yunani selain kesenian, ilmu pengetahuan, pada
masa Yunani-Romawi (142SM-550M)pada masa ini daerah-daerah wilayah Yunani telah
jatuh ke dalam kerajaan Romawi.
3.
Bahasa
dan Kesenian
Ada beberapa
bahasa yang berpengaruh seperti bahasa Latin, bahasa Greek dan bahasa Suryani
dengan hal ini banyak hasil karya tercipta seperti sajak-sajak, cerita dan
sebagainya, selain itu banyak hasil
karya dari kegiatan seni seperti seni pahat, seni lukis dan sebagainya, pada masa
kekuasaannya bahasa Yunani dijadikan Bahasa Negara/pemerintahan.
4.
Sistem
Pemerintahan
Sistem
pemerintahan yang dipakai sebagaimana
diterapkan oleh kaisar August dimaksudkan untuk melindungi pemerintahan
Romawi, namu kenyataannya merupakan sistem monarki absolut yang berkedok
republik.
B.
Peradaban Persia
Tidak mau kalah dari kerajaan Romawi yang menginginkan kekuasaan ,
Persia pun menggalakan genderang perang pada wilayah yang ingin dikuasainya
untuk merebut daerah yang ingin dikuasainya, Pada waktu Yustianus menjabat
sebagai Maharaja Romawi Timur, kerajaan Persia berada di bawah Maharaja
Anusyarwan dari dinasti Sasanid yang dikenal sangat adil, pasukan Anusyarwan
yang membawa pasukan berkuda dan pejalan kaki menyerbu wilayah-wilayah di
Romawi Timur sehingga perlahan-lahan banyak yang gugur, lain halnya dengan
Yustianus yang mengadakan perlawanan dibawah kepemimpinan Beliserius yang
mengakibatkan perang yang cukup lama 20 tahun(541-461M) dan berakhir dengan
perdamaian dimanaa Yustianus harus membayar upeti tiap tahun sebanyak 30.000
dinar kepada Anusyarwan. Pada akhirnya keduanya mengalami kehancuran sampai
berlangsungnya kedatangan agama islam yang akhirnya menyebabkan kedua kerajaan
itu menyerah kepada kebenaran islam.
C.
Arab Sebelum Islam
Bangsa Arab sebelum islam telah mengenal kehidupan politik, sosial,
ekonomi, bahasa, seni dan cara berpikir yang meskipun masih sederhana. Kehidupan
sosial ekonomi di daerah pedalaman masih mengandalkan pertanian sebagai mata
pencaharian, berbeda dengan masyarakat Arab perkotaan yang lebih mengandalkan
keprofesian berdagang, mereka selalu melakukan perjalanan dagang dua musim
dalam setahun dengan pergi ke negara Syam pada musim panas dan ke Yaman pada
musim dingin.
Sistem pemerintahan, politik dan sosial masyarakat Arab pada zaman
Jahiliyah belum begitu mapan, mereka hanya memiliki pemimpin yang biasa disebut
dengan Syeikh atau Amir. Masyarakat sebelum islam telah mampu mengembangkan
berbagai macam ilmu pengetahuan , diantaranya astronomi yang ditemukan oleh orang-orang Babilonia,
selain itu mereka juga mengembangkan ilmu meteorologi atau ilmu iklim, astrologi/ilmu
perbintangan, dalam bidang seni dan bahasa orang-orang Arab telah mampu dan
mempunyai banyak karya seperti syair-syair.
1.
Bagaimana perjuangan Rasul dalam dakwah Islam
Kota Mekkah adalah pusat agama di
Arab, banyak sekali masyarakatnya yang menyembah berhala dan untuk melakukan perubahan
di kota Mekkah perlu waktu dan pengorbanan yang tidak mudah, seperti yang
dilakukan oleh Rasulullah yang harus berdakwah secara diam-diam terlebih dahulu
agar tidak mengagetkan secara tiba-tiba, dilakukan oleh Rasulullah secara
hati-hati dan perlahan.
Nabi Muhamad lahir dari keluarga
terhormat yaitu ayahnya adalah Abdullah dan ibunya adalah Siti Aminah, Ayahnya
wafat saat beliau masih ada dalam kandungan, dan ibunya wafat setelah
Rasulullah berusia 6 tahun, lalu Abdul Muthalib yang mengurusnya namun kemudian
Abdul Muthalib wafat setelah dua tahun merawat Rasulullah lantas tanggung jawab
selanjutnya Rasulullah di rawat oleh Abu Thalib, ia juga disegani dan di
hormati di kota Mekkah dan Quraisy.
Rasulullah dalam usia mudanya
menjadi seorang pengembala kambing, ia mendapat julukan orang yang terpercaya
pada masanya, pada saat usianya menginjak umur 25 tahun, Rasulullah berangkat
ke Syiria untuk mengantarkan barang dagangan kepada Khadijah seorang janda
wanita kaya raya, melihat keberhasilan dan kegigihan yang dilakukan oleh
Rasulullah akhirnya Khadijah melamarnya dan akhirnya mereka menikah.
Pada saat Rasulullah bertafakur ia
mendapat wahyu dari malaikat Jibril dan mendapat wahyu pertama , dalam wahyu
pertama ini Rasul belum diperintahkan untuk menyebarkannya, pada saat wahyu
kedua turun Rasulullah mulai berdakwah , pertama-tama mengenalkan islam kepada
keluarganya, dan sahabatnya, hal itu disambut baik dan diterima oleh mereka
bahwa mereka percaya akan kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah, mereka adalah
orang-orang pertama yang masuk islam disebut dengan As-Sabiqun Al-Awwalun, tentu
saja istri nabi yaitu Khadijah Khuwailid, disusul mantan budak Zaid bin Harits
bin Syarahbil, sepupu beliau Ali bin Abi Thalib, serta sahabat karib
Rasulullah.
Setelah beberapa lama melakukan
dakwah secara diam-diam, turunlah perintah agar nabi berdakwah secara
terang-terangan, setelah beliau yakin dan merasa yakin kepada Abu Thalib yang
akan membantu dan mendukungnya berdakwah, bebagai rintangan berdakwah banyak di
alami Rasulullah banyak yang mencoba menghalangi, mengejek-ejek dan
menertawakannya bahkan nabi pernah dikatakan sebagai orang gila, hal ini
dilakukan kaum Quraisy karena melihat semakin banyak orang berbondong-bondong
masuk islam. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kaum Quraisy tidak menyukai
ajaran yang dibawa nabi diantaranya adalah para pemimpin Quraisy tidak menerima
adanya pembalasan di akhirat dan kebangkitan kembali, mereka tidak dapat
membedakan antara kenabian dan kekuasaan mereka menganggap bahwa jika masyarakat
tunduk kepada nabi berarti masyarakat tunduk pula kepada kepemimpinan Bani
Abdul Muthalib, mereka masih mempercayai nenek moyang, ketakutan akan hilangnya
mata pencaharian sebab kebanyakan dari mereka pemahat dan pembuat patung, dan
nabi muhamad menyerukan persamaan hak dan kewajiban antara hamba sahaya dan
bangsawan.
Kaum Quraisy terus mencoba mencari
cara agar nabi tidak melaanjutkan dakwahnya, namun berbagai cara gagal
dilakukannya, karena terus menerus gagal kaum Quraisy melakukan tindakan kekerasan
lebih intensif dari sebelumnya, budak-budak yang masuk islam disiksa dan
keluarga yang kedapatan masuk islam harus dihukum berat samapi ia murtad
kembali, setelah kejadian ini nabi akhirnya mengungsikan mereka untuk hijrah ke
Ethiopia karena raja disana memberikan keamanan, tidak lama dari setelah pemboikotan dihentikan, nabi Muhamad
dihadapkan dengan musibah yang menimpanya, adapun peristiwa itu pamannya Abu
Thalib meninggal dunia, tiga hari setelah itu meninggal pula istrinya Khadijah,
setelah kejadian itu nabi berusaha menyebarluaskan islam keluar Mekkah yaitu ke
negeri Thaif selama berdakwah di Thaif masyarakatnya mengejek serta menyoraki
hingga nabi pernah dilempari batu hingga terluka , tahun ini disebut tahun duka
cita. Dalam situasi berduka ini, Allah mengisra mi’rajkan nabi Muhammad pada
tahun ke-10, tujuannya untuk menghibur nabi yang sedang berduka cita, peradaban
islam berkembang pada saat nabi telah melaksanakan isra mi’raj, dakwah yang
dilakukan nabi berjalan dengan sangat lancar Setelah Rasulullah hijrah dari
Mekkah ke Yastrib yang sekarang dikenal dengan kota Madinah, beliau mendapat
respon baik dari masyarat, beliau dan para sahabatnya akhirnya membuat masjid
Quba sebagai jejak peradaban islam dan bukti peninggalan sejarah.
2.
Bagaimana sebaiknya upaya kita sebagai umat Islam untuk mampu
meneladani Rasul dalam memperjuangkan peradaban Islam
Banyak sekali upaya yang bisa kita
lakukan untuk meneladani perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan dan menerapkan
ajarannya di Era yang penuh tantangan ini. Rasulullah menjadi patokan untuk
manusia agar berprilaku dan mempunyai teladan yang baik untuk mencapai derajat
manusia yang menjunjung tinggi nilai sosial dan keberagaman ditengah
masyarakat, kita wajib beriman dan mencontoh Rasulullah, tidak mudah meneladani
apa yang di lakukan Rasulullah, perlu adanya rasa ikhlas, sabar dan istiqomah
dalam menerapkannya. Dengan berbagai bentuk dan tingkah lakunya itu kita bisa membuatnya
sebagai rujukan dalam bertindak dan berbuat. Adapun kita sebagai umat penerus
peradaban islam harus mempertahankan dan terus menanamkan nilai-nilai yang
telah dibawa Rasulullah. Ikut serta mengajak masyarakat untuk lebih mengenal
islam secara kaffah dengan saling merangkul dan mengajaknya pada kebaikan dan
dalam kemasyarakatan saling bertoleransi.
Sepatutnya kita umat islam yang
melanjutkan perjuangan Rasulullah di era globalisasi saat ini agama mulai
luntur karena dianggap tidak penting, banyak manusia yang akhirnya menyimpang
karena tidak menerapkan nilai keislaman di hati mereka, dengan jalan dakwah
memang tidak mudah dilalui, namun percaya akan takdir Allah itu yang harus diyakini
untuk memahami esensi hidup ini memang butuh perjuangan.
DAFTAR
PUSTAKA
Yatim, Badri,
2006. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta : Rajawali Pers.
Nasution,
Syamrudin. Sejarah Peradaban Islam. Pekanbaru : Yayasan Pusaka Riau
Comments
Post a Comment